Day 26 (Pengalaman pertama membuat game)
Awal Mula
Kalau gak salah, aku pertama kali membuat game dan berhasil itu ketika di tahun 2023. Saat itu aku sedang ingin belajar membuat motion graphic melalui davinci resolve jadi aku coba program Free Trial skillshare.
Tapi, ketika ditengah-tengah course, aku keinget kalau dari dulu aku juga pengen buat game simple, aku iseng-iseng buat nyari tutorial bikin game di skillshare, dan ternyata ada, akhirnya aku ikuti tutorial tersebut.
Singkat cerita, aku gak berhasil menyelesaikan course tersebut karena burnout, lalu trial skillshare juga sudah habis. Beberapa minggu kemudian, aku ada rencana untuk langganan skillshare lagi, cuman aku kepikiran.
Kan aku udah bisa bayar digital lewat atm, kenapa mesti ragu-ragu dah? Lagian juga cuman bikin game, mending ke Udemy.
Kurang lebih aku bilang ke diri sendiri begitu, soalnya pas dulu banget aku juga pengen beli course game dev di udemy, itu ada 2 kendala. Gak bisa bahasa inggris dan gak bisa bayarnya karena mesti ke atm dulu untuk bayar, dulu juga aku kalau pengen bayar digital mesti ke indomart atau alfamart, dan itupun lewat dompet digital macam gopay, dana & ovo.
Tapi di kelas 2 smp kalau gak salah akun bang aku sudah dibuka, alhasil aku bisa transaksi tanpa harus ketemu orang lewat atm. Cuman pada saat itu, aku enggak kepikiran sama sekali, padahal aku udah sering buat top-up game.
Akhirnya sekitar juni, kalau enggak salah itu sesudah sidang project P5 di 2023, aku beli course di Udemy milik GameDevTV.
Tantangan Awal
Awalnya tentu tidak mudah ya untuk membuat game, karena banyak sekali hal-hal baru yang mesti aku pelajari. Belajar UI dari Unity dari awal, belajar ngoding pake C# tapi karena aku sudah punya pengalaman ngoding sebelumnya hal ini tidak terlalu berat bagi aku, terus belajar tentang managing asset di unity, belajar inspector di Unity. Pokoknya banyak bangetlah hal yang mesti aku pelajari dalam satu waktu.
Tentu hal ini membuat burnout, karena informasi yang aku terima terlalu banyak. Kalau tidak salah aku sempat burnout beberapa bulan, hingga aku melanjutkan lagi gitu coursenya, dan mulai dari awal lagi saking lamanya aku enggak lanjut sampai tidak inget materi terakhir. Dan dikesempatan kedua kali inilah aku sudah mulai sedikit familiar dan mulai mengerti, dan akhirnya course bagian pertama dari GameDev.tv selesai.
Dan jujur, selama proses pembuatan game pertama ini aku struggling parah banget. Aku masih belum mengerti sama sekali maksud kodenya apa, jadi aku cuman ikutin aja tanpa tahu kegunaan kode tersebut dalam menggerakkan objek dalam game apa.
Saat masih pengembangan game pertama ini, aku sudah masuk ke tahap mendesain level. Dan aku gak suka sama sekali bagian ini, bosenin banget. Gak betah aku dibagian mendesain level, padahal ini adalah bagian terpenting dalam video game, yang menentukan apakah game itu bagus atau tidak.
Kalau sudah buat desain levelnya, belum lagi menghias levelnya agar terlihat rapih dan enak dipandang. Mungkin aku bukanlah seseorang yang bermental seniman, makannya bagian ini aku kurang suka. Tapi alhasil pada akhirnay game ini jadi, dan aku beri nama Obstacle Dodge (kalau gak salah).
Ekspektasi Validasi
Seperti pada orang umumnya, ketika sudah menyelesaikan suatu tantangan atau masalah yang rumit sekali untuk diri sendiri hadapi. Aku merasa butuh validasi, jadi aku mengupload story, aku hanya berharap orang-orang yang melihat bilang aku hebat karena sudah selesai menyelesaikan bagian pertama dari kursus membuat game ini. Tapi, tanggapan yang aku dapat ternyata lebih serius dari yang aku duga.
Kebanyakan orang menanggap serius game yang aku buat, ada yang bilang grafiknya jeleklah (tentu dengan bahasa yang halus), desainnya aneh lah, gamenya anehlah. Dari semua itu cuman satu orang yang bilang gud job, terus dia nanya "Gamenya kapan rilis?" Mungkin semua orang mengira kalau aku sudah bisa membuat video game kali ya? Soalnya disekolah orang-orang sudah pada mengenal kalau aku itu jago ngoding, padahalmah kagak, cuman penjelasan aku aja yang dilebih-lebihkan supaya aku terlihat hebat dimata mereka, tapi karena hal ini aku dikira bisa ngelakuin apa aja. Aku gak mau lagi melebih-lebihkan suatu seperti ini lagi.
Kesimpulannya, banyak sekali struggle yang aku jumpai ketika proses belajar membuat game pertamaku ini di unity. Ada alasan kenapa aku bisa belajar sediki lebih cepat, karena aku puya pengalaman di dunia coding sebelumnya, itu bisa aku ceritakan kapan-kapan. Dan, setelah semua masalah itu akhirnya aku bisa menyelesaikan bagian pertama kursus ngoding itu, meskipun pujian yang aku dapat tidak sesuai yang aku harapkan, setidaknya progressku meningkat.
***
Aku malah nulis awal mula suka ngoding, malah jadi kepanjangan, alhasil aku hapus dan tulis ulang dengan sependek-pendeknya. Cerita awal mula aku coding bisa aku ceritakan suatu hari nanti, ketika skill story tellingku sudah bagus.
1 komentar untuk "Day 26 (Pengalaman pertama membuat game)"