Aku harus kayak gimana?
Baru-baru ini aku mengalami stress berlebih karena nilai TO-ku turun, dari 555.10 jadi 361,0. I mean, what? Kenapa bisa se-anjlok itu gila, akupun heran dan gak bisa percaya sama diri sendiri, awalnya aku tidak terlalu memikirkan nilai itu dan menjalani hari-hari seperti biasa, tapi ujung-ujungnya kepikiran juga.
Hal yang membuat aku kepikiran adalah, karena selama kurang lebih 3 minggu sebelum TO, aku selalu belajar dengan giat, memfokuskan diri ke 2 subtes, PM & PK, 2 subtes yang banyak orang anjlok disini. Itu TO bulan lalu, lebih tepatnya bulaln oktober. TO selanjutnya di bulan November, alhamdulillah nilai aku naik lagi ke 492.80, bentar lagi menyentuh angka 500. Dan aku masih stress gimana caranya biar bisa tembus 600 di TO bulan ini, alias bulan desember (itupun kalo ada TO).
Usahaku itu juga bikin ibu aku takut, entah kenapa dia merasa bersalah. Dia takut kenapa-napa kalau aku enggak bisa masuk ke kampus impian ini, bahkan aku iyakan aja rekomendasinya dengan sangat baik, tapi dia malah semakin bersalah. Kesannya mungkin menghancurkan mimpi anaknya, mungkin?
Bahkan, ibuku yang dulunya selalu bilang "belajar, jangan main terus", sekarang bilang "jangan belajar terus, sekali-kali refreshing." Pernah satu momen, dia ngajak jalan-jalan pergi ke kosan kakak di nangor, aku jawab "gak bisa, ada les hari sabtu, ada recall" Kemudian di nyaut "emang gak bisa di undur?" Dengan nada yang hampir ngebentak aku bilang "Gak bisa, recall penting buat aku."
Aku sebenernya gak ada masalah dengan semangat belajar saat itu, tapi yang aku sesali adalah, aku bilangnya dengan nada yang lumayan sinis ke ibu. Dan pada saat itu juga, akutuh sebenernya pengen marah, aku masih inget dada aku panas dan sakit banget saat itu. Dia ngotot untuk aku ikut, tapi aku enggak mau.
Hal ini juga aku lakukan ke teman-temanku, meskipun diluar aku kayak orang chill, didalem aku teriak sampe dada aku sakit. "AKU MAU FOKUS UTBK." Teman aku ada yang ngajak pergi ke rumahnya di bandung, ada yang ngajak jalan-jalan juga, ada yang ngajak ke event wibu, bahkan ada yang ngajak melakukana hal yang sangat aku suka, bikin game, tapi harus aku tolak. Jujur, rasanya sakit banget, kesel, marah, sedih, semuanya campur aduk sekarang. Demi bisa masuk PTN, aku mengorbankan hal yang aku suka, hal yang aku pasion banget, demi PTN, demi UTBK, demi SNBT!
Jujur, aku gak suka kalau begini, aku cuman pengen melakukan apa yang aku suka, buat game. Aku gak mau ngemis amplop coklat ke perusahaan, beli baju rapih, duduk di ruang tunggu sambil nunggu giliran, sesekali nyisir rambut dan cek hapalan dialog, semua hal itu mesti aku ulangi berkali-kali di tempat yang berbeda sampai keterima. Belum lagi ngelihat amplop aku yang dibuang.
Aku gak mau, aku cuman mau main dan bikin game. Rasanya setiap kali main game, ada hal yang lebih penting ketimbang ini, mending belajar. Pas belajar mapel di sekolah, mending waktunya dipake buat belajar PM atau PK, setiap istirahat, selalu ada niat untuk terus belajar UTBK, tapi aku tahu badan aku enggak kuat. Istirahat pertama selalu aku pakai untuk makan siang dan istirahat kedua selalu aku pakai untuk tidur. SELALU.
Dirumah aku mau belajar TAPI GAK BISA, banyak banget gangguang dan faktor X-nya. Belum lagi aku PMO akhir-akhir ini, ini juga bikin stress, tapi gak seberisik UTBK DAN SNBT. Kemarin TKA, aku sudah mengacungkan jari tengah di depan layar laptop, di facecam ke TKA, karena jalur TKA itu jalur SNBP juga. Yang dimana, presentasenya KECIL BANGET, BANGET KETIMBANG SNBT.
Belum lagi tugas SENBUD BIKIN MUSIK, GURUNYA MINTA DIAPAIN SIH!? Aku tahu, gunanya untuk nilai, TAPI MINIMAL KAMI PARA MURID DIAJARKAN UNTUK BELAJAR MUSIK DULU, JANGAN LANGSUNG BIKIN GRUB MUSIK YANG ENGGAK JELAS, MANA AKU LAGI JADI KETUANYA.
Semuanya bakal mulai di semester 2, atau semester 6. Waktu aku untuk fokus SNBT hanya bisa dimaksimalkan di bulan desember. Jujur, aku bingung, sebenernya ini juga alasan kenapa aku gak mau PTN, tapi, dihati juga ada keinginan untuk pergi ke PTN.
Padahal aku awalnya gak terlalu minat di PTN, minatnya di PTS. Tapi, sekolah genjar-genjor untuk "kalo gak keterima PTN, jangan nyerah ke PTS ya minimal." Sebenarnya yang bilang hal itu cuman satu guru, masalahnya, guru ini aku rispek bener. Jadi aku bawa ke hati, bahkan mantan wali kelasku selama 3 tahun di smp-pun juga bilang hal yang sama.
Pada akhirnya aku mencari segala cara untuk menang, tapi ujung-ujungnya malah tersesat, bingung, ditambah minggu ini aku ada UAS (sekarang ASAS) dan projek yang belum selesai, stress banget. Barusan aku kepikiran untuk pergi ke psikolog, tapi aku urungkan dan putuskan untuk tidur aja. Targetku adalah 750, kenapa? Agar aku bisa masuk STEI-K ITB, kampus impian dan favoritku. Sekarang aku sedang berkelahi dengan diri sendiri, mencoba menang.
Aku harus kayak gimana?
Posting Komentar untuk "Aku harus kayak gimana?"
Posting Komentar