Perubahan rencana, semoga jadi lebih baik
halo semua, selamat datang kembali di artikel terbaru. Hari ini aku akan menulis tentang perubahan rencana yang terjadi untuk 2025 kedepannya. Aku bingung mau ngejelasin darimana, jadi aku akan berusaha untuk membuat narasi yang bagus tentang perubahan rencana ini, apa yang berubah? Kenapa berubah? Oke ini dia.
Stop dulu GameDev
Terus, alasan utamanya adalah karena progress belajar Unity aku yang mandek selama 3 tahun belakangan. Alasan kenapa aku masih belum mau menyerah karena aku udah spend banyak uang di unity, sekitar 600rb di udemy, belum lagi aku beli coursenya sagalanichol, mungkin sekitar 700k-800k total rupiah yang aku buang hanya untuk Unity.
Tentu aku merasa kalau itu bukan angka yang sedikit, karenanya aku masih belum mau menyerah membuat game di Unity, apalagi ada 1 course yang masih belum disentuh sama sekali, dan ada 1 course yang ditinggalkan karena gak guna, jadi hitungannya rugi 1 course. Belum lagi course yang aku pake sampe sekarang juga belum selesai, 700k itu hilang begitu saja hanya karena ambisi kecil ini.
Karena itu aku rehat dulu dari GameDev, dan beralih ke Competitive Programming dengan C++. Meskipun rehat dari GameDev, aku juga gak mau rehat dari dunia koding sama sekali, aku mau mempelajari salah satu bahasa kuno yang masih dipakai hingga saat ini untuk membuat (lagi-lagi) game dari scratch.
Tujuan aku adalah untuk membuat game dari OpenGL, atau target aku membuat game dengan low level engine. Memang besar banget, tapi aku ngerasa passion aku itu di bagian kodingnya, bukan di aspek seninya, karena menurut aku seni itu bukan gambar, melainkan sebuah barisan kode yang menghasilkan gambar. (Asik, keren banget aku)
Pengen kuliah ke jepang pake beasiswa
Dari semua mapel IPA, aku cuman lolos 2 doang, Informatika & Matematika Wajib, itupun MTKW + 1 poin dari KKM. Bahkan mapel umum kayak Pancasila (Pkn) aku gak lolos. Alhasil rata-rata aku cuman KKM. Masih lebih baik sih, cuman masalahnya kelas aku ini anaknya pinter-pinter semua, ranking tertinggi paralalel dari seluruh kelas 11 waktu semester 1 aja dari kelasku, jadi saingannya kuat banget.
Dengan nilai yang begini, aku ingin memperbaiki nilai rata-rata dan targetnya adalah 90. Jadi aku mesti dapet rata-rata 90 di semester 5 nanti, yang dimana ini sulit banget karena sekarang udah semester 4 akhir Fakkk. Aku merasa aku bisa memutar balik keadaan dengan belajar mati-matian sampe, nangis darah.
Dan juga aku sekarang ini sedang mencari beasiswa untuk pergi ke jepang, salah satunya aku menemukan beasiswa Mitsui Busan dari jerome polin, JASSO & MEXT. Aku masih mencari lagi beasiswa di web Bright Scholarship dan google tentunya.
Sekarang ini aku lagi fokus ke Mitsui Busan, awalnya aku kira beasiswa MBK ini sedikit mudah untuk didapatkan, ternyata setelah aku menonton video jerome, hanya 2 dari 6rb peserta yang bisa lolos mendapatkan beasiswa ini, WTF!?!?!
Aku menjadikan bang Jerome sebagai patokanku untuk lolos beasiswa ini, dia itu udah belajar mati-matian dari kelas 10, bahkan karena hasil kerja keras dia ini, kelas 10 dia masih cupu pas kelas 11nya baru dia unjuk gigi ikut olimpiade. Sedangkan aku, baru start di kelas 11 akhir.
Jujur aku minder karena gak start dari kelas 10, jujur aku sangat amat menyesal. Karena apa yang diceritakan oleh bang J dia itu berusaha mati-matian bahkan lebih niat, seniat itu dari kelas 10. Dia pasti punya pasokan soal dan kemampuan yang jauh-jauh lebih advance ketimbang aku yang baru mulai kelas 11 ini, belum lagi di kurikulum merdeka ada P5 (bukan persona 5, semacam skripsi utk anak smp-sma dan ini berkelompok) belum lagi juga project akhir (ini bener-bener skripsian). Berapa kali waktu belajar aku terpotong sama hal-hal yang gak penting ini?!?!
Oleh karena itu, mulai saat ini aku mulai belajar mati-matian, tapi aku bingung mau start dari mana. Aku bingung mau ngulang materi yang lalu, tapi nanti pas masuk sekolah materi pasti udah berubah, jadi aku lebih memilih untuk mempelajari materi baru ketimbang mengulang materi lama, tapi aku akan tetep mengulang materi lama sedikit-sedikit biar gak lupa.
Rencananya aku ingin beli bank soal, aku juga bakal cari yang bajakannya terus di print. Apapun itu aku ngikutin cara bang J biar bisa lolos Mitsui Busan, terus ke jepang dengan biaya yang ditanggung sama perusahaan itu. Intinya role model aku sekarang ini Bang Jerome
Mau ambil seritifkat JLPT N5
Kalau ini sebenarnya alasan personal dan kebutuhan. Pertama dari alasan kebutuhan dulu, menurutku kalau aku punya sertifikat JLPT minimal N4 (mungkin) aku bisa dapet poin tambahan dari panitia Mitsui Busan (meskipun kalo dipikir-pikir lagi yang mereka butuhin kan siswa yang pinter dan menjanjikan, gak terlalu bisa dibuktikan lewat sertifikat)
Jadi aku mulai belajar bahasa jepang dari sekarang, awalnya aku pengen ambil yang bulan juli, tapi pendaftarannya tutup tanggal 20 maret, aku ngecek 22 maret, FAKKK. Telat 2 hari doang gilaaa, yaudah aku bakal bidik yang desember, pendaftarannya sekitar agustus, aku gak akan kelewatan lagi kali ini.
Karena hal ini juga, aku langganan aplikasi Migi JLPT selama 1 tahun (karena diskon dan murah banget) untuk memantau progress aku belajar bahasa jepang, jujur aku udah gak peduli lagi sama tabungan aku yang tipis di bank, aku cuman pengen masa depan cerah untuk pendidikan aku saat ini.
Gak mau sakit hati, jadi ekspektasi sekecil-kecilnya
Ini mungkin kontradiktif sama pernyataan aku yang diatas tentang prioritas beasiswa MBK, tapi karena takutnya aku gak lolos, aku udah menyiapkan banyak alternatif lain andai aku gak dpt beasiswa MBK, aku masih belum nyerah untuk ke jepang, jadi aku bakalan terus aktif untuk beasiswa ke jepang.
Kalau jepang tetep gak dapet, aku bakalan terus menggunakan beasiswa untuk kuliah di indonesia, apapun usaha yang aku perlukan untuk mendapatkan beasiswa, aku korbankan segalanya untuk pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Karena aku juga menurunkan ekpektasi, jadi aku sedikit mengganti minatku untuk belajar bahasa jepang, tujuanku adalah bisa membaca visual novel Mahoutsukai no Yoru & Fate/Stay Night Remastered dengan bahasa jepang.
Tapi tetep aku gak mau menyerah sama jepang, entah kenapa aku gak mau aja gitu nyerah sama jepang. Tau deh apakah Allah (tuhan yang aku percaya) memberikan aku beasiswa ke jepang melalui MBK atau yang lain, aku tinggalkan semua yang menurut aku penting hanya untuk pendidikan dan ilmu pengetahuan. Meskipun aku tahu aku pasti ujung-ujungnya sakit hati, tapi setidaknya aku udah berusaha ya kan?
Kesimpulan
Perubahan rencana yang awalnya akan fokus pengembangan skill game development & monetisasi, terpecah menjadi:
- Bangun skill Competitive Proramming
- Belajar OpenGL
- Belajar buat dapet Beasiswa ke jepang
- Dapet Sertifikat JLPT
Resolusi 2025 mesti di revisi kalau begini.
***
Doakan yang terbaik untuk aku.
2 komentar untuk "Perubahan rencana, semoga jadi lebih baik"