Omniscient Reader's: Viewpoint ternyata bagus

Fan Art Omniscient Reader's: Viewpoint by HABAN

Halo semuanya, selamat datang kembali di post terbaru. Hari ini aku gak akan ngebahas tentang resolusi dan hal lain yang berkaitan, lagi mau santai-santai dulu sembari takbiran.

Pagi ini sembari mengisi waktu sehabis subuh, aku nyoba baca komik di webtoon dan gak sengaja keinget sama satu komik yang jadi favorit kakakku, dan komik ini juga sering disandingkan sama solo leveling, yaitu Omniscient Reader's: Viewpoint.

Sebagai seseorang yang udah baca solo leveling sampe selesai, aku punya ekspektasi yang rendah sama komik ini, karena solev pun juga bagiku gak bagus-bagus amat. Alasan aku baca ini karena ketika buka ig, ada aja lewat di beranda orang yang bilang ORV ini masterpiece yang ceritanya dapat mempersatukan author, pembaca & karakter utama dalam cerita.

Dengan pernyataan seperti itu tentu membuat aku tertarik untuk mulai membaca komik ini, karena sebenarnya dulu pas ORV baru awal-awal ditranslate ke bahasa indonesia aku udah baca duluan, cuman karena waktu itu masih bocil jadi gak terlalu ngerti dengan ceritanya yang rumit lalu drop di chapter 3.

Sekarang lanjut lagi karena penasaran, apakah memang sebagus itu atau orang-orang cuman melebih-lebihkan komik ini aja, jatuhnya itu norak & overhype. Dan setelah baca prolog lalu lanjut ke episode 1 lanjut lagi ke episode 2, tiba-tiba udah episode 30 aja. Oke, diluar dugaan ini seru banget. Jauh, jauh lebih seru ketimbang solo leveling, bahkan sekarang aku menganggapan kalau solev itu mid ampas overhype, solomid.

Oke, mungkin tulisan aku yang diatas dapat memancing amarah fans solev, dibilangnya aku penyebong karbit ORV. Tapi baca dulu ini sampe habis, aku gak akan bertele-tele. 

Pertama, yang membuat aku suka dengan ORV ketimbang solev adalah faktor mc-nya yang gak op diawal dan cerdik. Mungkin termasuknya ORV op sih, soalnya udah tau cerita dunianya sampe selesai, tapi tetep gak se-edgy solev, yang dalam kurun waktu yang singkat fisik jinwoo berubah drastis terus dagunya jadi lebih tajem.

Ke-dua, ceritanya lebih kompleks ketimbang baku hantam doang. Certia ORV itu jauh lebih kompleks karena konsep yang diambil ORV beda dari solev. Solev apa-apa dapat diselesaikan dengan adu jotos, karena jinwoo gampang op & magnet cewek, Rizz parahlah intinya. Sedangkan dokja, sedari awal cuman diberkati pengetahuan tentang dunia ORV dan masih struggle, tapi masalahnya gak hanya dilesesaikan dengan berantem doang. Dia juga membuat strategi, negosiasi, observasi, diskusi, bahkan meminta opini & memberikan opsi ke companionnya untuk memutuskan langkah selanjutnya. Disamping itu, bro ini magnet dari masalah dan rizznya bro ini juga udah bukan cewek doang, cowok juga cok.

Ke-tiga, world building yang lebih imersif. Secara world building ORV lebih mencekam ketimbang solev. Di solev pembaca masih diperlihatkan dunia yang damai dan tentram, beda dengan ORV yang latarnya di dunia ketika sedang kiamat makannya jauh lebih mencekam.

Kesimpulannya, alasan kenapa aku lebih suka ORV ketimbang solev adalah tipe cerita yang ORV sajikan lebih masuk ke tipe aku, mc op tapi masih butuh bantuan orang lain, dunianya yang lebih kelam & kejam. Aku suka, sedangkan solev? Ya cukup pukul-pukul aja.


***

Minnal aidin walfaizin

Posting Komentar untuk "Omniscient Reader's: Viewpoint ternyata bagus"