Review Squid Game (Telat 3 tahun)


Akhirnya aku punya konten untuk menulis, jadi barusan hari ini aku menyelesaikan series original Netflix, Squid Game dalam kurun waktu dua hari. Ya, aku nonton ini karena season 2 nya juga viral, oleh karena itu aku nonton series ini. Dan ini adalah reviewku.

Aku gak akan bilang series ini bagus, karena sudah pasti bakalan bagus, jadi aku akan membicarakan hal-hal yang aku suka saja dengan bahasa yang bebas sesuka hati.

Alur ceritanya bikin deg-degan, setiap game sudah dimulai aku selalu penasaran game apa yang akan dimainkan, dan bagaimana karakter utama dan team menyelesaikan masalah itu. Aku juga suka dengan latar background dari series ini, berwarna banget tapi unik, kayak beneran didesain buat anak-anak dan charming banget, cuman pas warna cerah itu dinodai, rasanya rada kayak kaget gimana gitu.

Yang aku suka dari series ini pas di bagian si polisi, lebih menegangkan di awal-awal, dan karena polisi ini mencari suadaranya di squid game, jadi dia membuntuti salah satu player. Sumpah, selalu dibagian si polisi penyusup ini aku deg-degan gitu, terasa lebih menegangkan ketimbang player biasa.

Tapi pas di akhir-akhir, bagian si polisi udah gak seru, balik lagi serunya ke mc. Karena dipertengahan cerita juga pas si polisi ngeliat arsip player squid game, aku udah bisa nebak siapa si Front Man, dan tebakan aku benar di akhir.

Aku juga suka bagaimana pengkhianatan digambarkan disini, awalnya kita saling percaya satu sama lain seperti sahabat sejati, bahkan kita meninggalkan yang sahabat lama kita demi bisa keluar dari sana. Tapi, pas kita dihadapkan posisi sulit, sebenarnya kita itu ingin menguntungkan diri sendiri. Entah kenapa, setiap kali nonton ini, ada kesan filosofisnya tersendiri, cuman aku bingung jelasinnya gimana, aku mesti baca banyak buku kayaknya.


***

Artikel pertama di tahun 2025, aku gak bisa nulis diawal tahun karena aku lupa sama blog ini, ya... semoga setidaknya satu bulan aku nulis satu artikel.

Posting Komentar untuk "Review Squid Game (Telat 3 tahun)"