Day 6 (Review Frieren Anime kesukaan)
Halo semua, kembali lagi di artikel baru. Kemarin udah bahas sekiro dua kali, sekarang aku mau bahas anime favorit, karena emang promptnya gitu sih, kemarin itu seharusnya tutorial bikin game, tapi malas, jadi review ulang sekiro aja. Untuk itu, ayo mulai.
Untuk sekarang, anime favorit aku yang masih di dalam benak dan ingin terus aku rewatch adalah Frieren: Beyond The Journey End. Anime ini sudah pernah aku mention sebelumnya di rekomendasi untuk pemula. Akan aku jelaskan ulang disini.
Relaxing Anime
Entah kenapa enggak seperti anime relax pada umumnya, frieren entah kenapa terasa lebih spesial aja. Mungkin karena temanya yang fantasi, alhasil membawa rasa baru tentang dunianya, atau mungkin juga karena alurnya yang maju-mundur, yang menceritakan perbandingan frieren pada masa lampau bertindak dengan frieren masa sekarang. Aku enggak tahu yang pasti.
Visualnya yang adem juga menjadi nilai plus untuk anime ini, kualitas animasinya yang fluid juga memanjakan mata banget. Justru karena visualnya yang enggak terlalu detail dan simpel, ditambah dengan warna yang tidak terlalu kompleks dan animasi yang smooth, aku bisa betah banget nonton anime ini.
Belum lagi anime ini juga dipenuhi dengan sakuga, padahal cuman jalan, duduk, pake jaket, muter-muterin tongkat doang mesti disakugain. Sebenernya aku yakin studio animasinya menggunakan teknik rotoscopping, tapi dieksekusi dengan sempurna di Frieren.
Breath of the wild vibe
Mungkin beberapa dari pembaca bingung kenapa tiba-tiba ngebawa nama botw, karena menurut aku vibenya itu sedikit mirip banget dengan botw. Meskipun aku cuman main sebentar aja, tapi aku bisa merasakan banget kalau ademnya anime frieren itu 11/12 sama ademnya breath of the wild pas di ladang rumput hyrule.
Belum lagi musiknya, aku suka banget sama instrumen piano di botw, nyaman banget buat di denger telinga. Frieren juga sama, musiknya adem-adem banget, sangat menggambarkan suasana kejadian yang sedang dialami oleh Frieren dan kawan-kawan.
Too much foreshadowing and detail
| Gambar ini punya makna kalau Himmel & Frieren dipisahkan oleh waktu. Dipersatukana oleh takdir |
Nonton Frieren berkali-kali untuk mencari detail pada setiap background, simbolisme gak akan sia-sia. Banyak banget detail kecil yang studio Madhouse selaku yang menganimasikan Frieren. Mulai dari musik, latar belakang, bunga, waktu, warna, opening dan ending. Semuanya ada makna yang tersirat untuk anime Frieren ini. Bahkan animasi opening & endingnya juga menyiratkan mental Frieren di cour 1 dengan cour 2 berbeda.
Yang paling kelihatan adalah perspektif waktu bagi frieren sudah mulai berubah. Diawal-awal setiap episode pasti jeda waktunya 1 tahun per-episode. Tapi makin ke sini, jeda waktunya bisa aja cuman seminggu, dua minggu, atau bahkan cuman beberapa bulan aja. Mungkin bisa dipikirana kebanyakan orang hal itu dilakuin biar Frieren gak cepet habis jadi dimilking terus.
Gak salah, cuman sebagai penambal kejanggalan itu, reaksi Frieren terhadap waktu, terhadap companionnya juga semakin berbeda. Pada awalnya Frieren itu sering banget buat-buang waktu demi hala yang gak penting, gak peduli sama Fern dan waktunyam hanya fokus pada Frieren sendiri
Tapi makin episode berjalan, Frieren semakin terbuka, ia makin belajara manusia, semakin peduli terhadap Fern sekarang ditambah Stark, Frieren semakin menghargai waktu bersama mereka berdua. Inilah seharusnya plot yang ditulis untuk menutup plot hole. Mesti niat dan bermakna.
***
Itulah dia Review anime kesukaanku Frieren. Maaf gak banyak, soalnya lagi gak enak badan. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Posting Komentar untuk "Day 6 (Review Frieren Anime kesukaan)"
Posting Komentar