Day 4 (Game yang mengubah hidupku)

Kembali lagi di artikel terbaru, tema hari ini adalah Game Yang Mengubah Hidupku. Mungkin akan aneh kalau sebuah game dapat mengubah cara hidup seseorang, tapi aku salah satu orang itu, ada satu game yang mengubah perspektifku tentang dunia, dan ini juga mengubah bagaimana caraku menyelesaikan masalah kedepannya.

Game yang mengubah hidupku atau cara pandangku adalah Sekiro: Shadows Die Twice, game yang dibuat oleh Fromsoftware dan digadang-gadang juga sebagai game tersulit yang dibuat oleh Fromsoftware.

Pertanyaannya adalah, How? Bagaimana bisa game sesulit ini dapat mengubah pandanganku tentang hidup? Why? Kenapa aku memilih sekiro ketimbang Game yang lain? Akan aku jelaskan dengan singkat.

Awal Mula



Semuanya dimulai ditahun 2022, saat Elden Ring sudah rilis berbulan-bulan yang lalu, tapi masih tetap menjadi topik perbincangan yang hangat dikomunitas gamer, ditandai dengan mayoritas beranda youtube, semuanya memainkan Elden Ring.

Karena itu aku mulai penasaran, dan menonton salah satu video tersebut. Video tersebut menjelaskan bagaimana awal mula Elden Ring ini tercipta, hingga pada suatu menit orang yang berada dalam video ini mention Dark Souls. Ternyata developer Elden Ring sama seperti Dark Souls, saat itu pula aku langsung membajak Dark Souls: Remastered.

Puas dengan Dark Souls: Remastered, dan juga pada saat itu di steam sedang ada event Steam Winter Sale, aku membeli Dark Souls 2 Scholar Of The First Sin, tapi ekspektasiku sedikit hancur ketika bermain game ini menggunakan keyboard dan mouse.

Controllernya sulit, level designnya aneh, males nguli dari awal, dan yang anehnya ketika sudah dodge masih kena hit, bahkan saat ingin masuk pintu kabut, masih bisa kena hit dari musuh. Menurutku ini adalah Dark Souls terburuk, tapi aku sudah terlanjur beli, mau gimana lagi. Akhirnya aku uninstall dan refund game itu.

Awalnya aku membuka toko hijau untuk membeli game lain dengan tajuk Steam Redeem Code, sampai akhirnya aku menemukan game fromsoftware yang lain, namanya adalah Sekiro: Shadows Die Twice.

Tapi ada yang aneh dari harga yang diberikan pada toko itu, entah kenapa harganya dicoret, seolah diskon. Dengan cepat aku mencoba membuka steam dan melihat store page sekiro, dan benar saja, sekiro diskon. Bahkan harganya 10k lebih murah ketimbang di toko hijau. Saat itu juga aku mencoba mengecek apakah laptop ini bisa menjalankan Sekiro, ternyata game ini minimum requirementnya mirip seperti Tales Of Arise. Alhasil memperkuat niatku untuk membeli game.

Beberapa hari sudah berlalu, refund steamku sudah disetujui oleh steam. Akhirnya aku bisa membeli dan memainkan sekiro.

Jenuh dan Kepayahan

Sebagaimana orang awam pada awalnya, ketika aku memainkan sekiro pertama kali, hal yang menjadi sorotan pertama adalah "bisa lompat ternyata." Aku juga ingat sekali, kurang lebih seharian penuh aku try hard untuk mengalahkan Chained Ogre yang dimana entitas itu bukanlah boss utama, melainkan hanya mini boss. Kroco.

Butuh waktu selama itu untuk mengalahkan kroco, hingga akhirnya masuk ke mini boss kedua, Blazing Bull. Meskipun boss ini merupakan mini boss, tapi waktu yang aku butuhkan jauh lebih lama daripada Chained Ogre, sekitar 3 harian, bisa lebih bisa kurang. Selesai Blazing Bull, masalah masih belum selesai, aku harus melawan Gyoubu Masataka Oniwa.

Melawan orang ini sangat amat sulit, untuk pertama kalinya aku menghabiskan seminggu penuh hanya untuk melawan boss pertama di game ini. Sebelumnya juga aku sudah bertemu dengan Lady Butterfly sehabis melawan manusia gendut besar pemabuk yang aku lupa namanya, itu juga butuh kurang dari seminggu untuk mengalahkan mereka, tapi aku tetap tidak berhasil mengalahkan Lady Butterfly, jadi aku fokus saja ke Gyoubu Masataka Oniwa.

Diberikan beban oleh kedua boss ini membuat mental dan niatku untuk memainkan sekiro sangat sedikit, untuk pertamakalinya aku benci game Souls-Like. Akhirnya aku memutuskan untuk rehat sejenak. 

Beberapa bulan berlalu, akhirnya aku menguatkan hati untuk melanjutkan game ini, aku kembali melawan si Badag Berkuda dan Tua Bangka, dengan informasi dari youtube, aku berhasil mengalahkan mereka semua. Semua berjalan lancar, hingga aku bertemu dengan Genichiro.

Pelajaran berharga dari Genichiro


Dari Genichiro, aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Karena aku membutuhkan waktu lebih dari seminggu untuk mengalahkan cecunguk ini, dan dari mengalahkan genichiro inilah aku sadar kalau, semua boss di sekiro yang awalnya menakutkan menjadi tidak terlalu menakutkan bagiku.

Si Sekiro ada fitur parry dan defense, kamu bisa melakukan defense dengan menahan tombol mouse kanan selama mungkin. Tapi untuk parry, kamu harus menekan tombol kanan mouse, tepat musuh menyerang kamu.

Itulah yang membuat sekiro ini sulit, tapi disatu sisi, game ini mengajarkan banyak hal padaku. Kalau hal yang sebenarnya kita anggap mengerikan, kenyataannya tidak terlalu mengerikan, kitanya saja yang overthingkink alhasil memikirkan yang tidak-tidak.

Akhirnya aku menjadi lebih percaya diri setelah mengalahkan Genichiro, hingga akhirnya aku bertemu dengan boss terakhir dari game ini. Boss terbaik yang pernah dibuat dalam game, boss terbaik diseluruh dunia game, boss yang ter-epik dalam dunia game. Sword Saint - Isshin Ashina.

Butuh waktu hampir sebulan untuk mengalahkan Isshin, dan kata-kata Isshin terus melekat dikepalaku adalah ini:
Hesitate and you die - Sword Saint Isshin Ashina

Yang artinya adalah, "Ragu maka kau akan mati"

Sebenarnya hanya kalimat intimidasi biasa dari boss terakhir pada umumnya, namun dengan semua yang aku lalui selama perjalanan menamatkan sekiro, kata-kata itu penuh dengan makna dan sangat membekas dihatiku.

***

Lain kali, aku pengen buat surat cinta untuk menyatakan seberapa aku sukanya dengan Sekiro dan Isshin Ashina ini, butuh begitu banyak tulisan untuk mengekspresikan rasa sukaku terharap game ini, lain kali akan aku buatkan. Untuk sekarang segini dulu, sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Posting Komentar untuk "Day 4 (Game yang mengubah hidupku)"