Day 3 (Manga vs Anime, mana yang lebih bagus?)
Halo semuanya, kembali lagi di series artikel ini, sudah masuk hari ke tiga, sejauh ini masih lancar saja ya. Pada hari ini, aku akan membahas tentang Manga vs Anime dari kedua media tersebut, manakah yang terbaik? Untuk itu, aku akan membahas kelebihan dan kekurangan dari dua media tersebut. Kita mulai dari Manga.
| Puella Magi Madoka Magica: Walpurgisnacht Rising |
Manga
Plus
Ceritanya lebih jauh ketimbang anime
Berhubung kebanyakan anime merupakan adaptasi dari manga, tentu saja cerita di manga sudah jauh didepan ketimbang di anime. Ada kalahnya aku merasa cerita yang sangat bergantung ketika episode suatu anime berakhir, maka solusi agar tidak tantrum, ya baca manga solusinya,
Bahkan ada kasus, dimana animenya sudah tamat tapi endingnya beda dari manga, bahkan ada yang manganya masih lanjut tapi animenya udah dibuat selesai, hal-hal seperti ini yang membuat aku kadang berfikir kalau manga jauh lebih baik ketimbang anime.
Uncensor
Mukin keliatan sus, tapi ini beneran. Beberapa adegan di panel manga yang tidak sesuai dengan ketentuan penerbit, streaming service ataupun stasitun televisi pasti akan di cut. Untuk menikmati versi uncesor dari anime, kalian harus membeli dvd atau bluray legalnya yang dijual kisaran 500k-1000k rupiah.
Atau, jika kalian tidak ingin merogohkan kantong kalian demi menikmati adegan uncesor dari anime yang kalian tonton, ya baca manganya lah. Uncensor, kesebar di internet pula, aksesnya bahkan lebih gampang ketimbang mesti beli dvd dan bluray-nya secara langsung.
Gambar Yang lebih detail
Ini mungkin berlaku untuk judul-judul anime seperti Blue Lock, One Punch Man, dan lain-lainnya yang jika kalian tahu, akhir-akhir ini animasi kedua anime tersebut sangat amat burik. Berbeda seperti yang dimanga, apalagi One Punch Man.
Kedua anime itu di manga, menghadirkan kualitas visual yang lebih memanjakan mata ketimbang di anime, gambar karakter yang detail, backgroun yang detail, semuanya sangat detail ketimbang di anime, sehingga sangat amat memanjakana mata.
Minus
Bikin mata sakit
Hal ini mungkin akan terjadi jika kaliana marathon baca manga tidak berhenti sama sekali, sebagai contoh kalian baca manga one piece dari chapter 1 sampai 100 atau bahkan lebih. Mungkin awalnya jika kalian mengedipkan mata akan sakit karena terus terpapar cahaya hitam putih panel manga dari device hp kalian. Tapi jika sudah sering tentu hal ini gak bakal kejadian kok.
Update lebih lama
Meskipun anime merilis episode baru setiap minggu, tapi ada saja manga yang rilisnya satu bulan sekali atau bahkan hanya merilis tiga chapter per-tahun seperti manga berserk. Meskipun kelebihan dari sistem manga yang seperti ini, kita dapat menikmati cerita manga yang lebih dalam atau visual suatu manga yang sangat deetail dan epik. Tapi fakta kalau kita mesti menunggu satu sampai enam bulan pertahun hanya untuk baca satu chapter manga yang isi halamannya hanya sekitar 70 doang, kayaknya kurang worth.
Apalagi kasusnya seperti manga Berserk karya kentaro miura. Salah satu manga seinen legend yang authornya sudah meninggal, tapi ceritanya masih dilanjutkan oleh mantan asistennya, mori kouji. Dibawah bimbingan Mori Kouji maupun Kentaro Miura, berserk hanya bisa update sebulan sekali atau setiap beberapa tahun sekali. Pernah dalam satu tahun, berserk hanya merilis 3 chapter saja saat itu
Kemungkinan gambar lebih jelek ketimbang anime
Kalau yang ini, kemungkinan kembali ke selera masing-masing sih. Mungkin beberapa dari kalian dapat menerima gambar jelek dan hanya fokus pada cerita atau graphic enjoyer. Ya, gak masalah. Ada banyak kok manga yang dicarry oleh anime, contohnya Demon Slayer, dan Attack on Titan.
Kedua anime tersebut memiliki gambar yang burik di manga, tetapi jika dibandingkan dengan cerita, tentu AoT lebih keren ketimbang demon slayer yang mid, hanya opini pribadi saja.
Anime
Plus
Lebih mudah dinikmati
Meskipun sebelumnya aku banyak menjelek-jelekkan industri anime, padahal bukan seperti itu. Meskipun anime punya banyak poin kekurangan, jangan hanya lihat kesalahanya saja, liat juga prestasinya.
Anime menjadi salah satu media hiburan yang paling dinikmati di dunia selain games (animasi masuk ke dalam industri film), dengan peminatnya yang sebanyak itu, tentu saja industri anime sangat amat disukai oleh seseorang.
Apalagi mereka disajikan dalam bentuk gambar yang digerakkan menjadi begitu dinamis dan hidup. Tentu akan memanjakan mata.
Lebih banyak yang tahu
Karena anime lebih banyak diketahui ketimbang manga, maka ketika di tongkrongan akan lebih nyambung daripada baca manga. Gak hanya itu, biasanya komunitas anime jauh lebih besar ketimbang manga, juga mungkin dipengaruhi dengan minat membaca negara kita yang rendah, sehingga minat mereka untuk menonton video sangat tinggi disini.
Cakupan Komunitas lebih luas
Cakupan komunitas yang lebih luas disini adalah bagaimana anime dapat menyatukan orang-orang dari berbagai macam bidang ke satu pemikiran yang sama. Sebagai contoh, ada komunitas dubber bahasa indonesia, komunitas cover lagu anime, komunitas membuat animasi ala anime, bahkan bisa juga bikin acara nobar suatu anime.
Biasanya acara nobat ini lebih sering diadakan ketika anime itu bertipe movie, namanya adalah Fan Screening. Dimana orang-orang akan berkumpul dan membayar tiket tonton yang lumayan mahal dari tiket nonton reguler, dengan benefit merchandise yang sangat banyak.
Original Anime better than anything in every way
Apa itu Original anime? Original anime adalah sebuah anime yang source materialnya bukan dari manga, melainkan original dari studio yang membuat anime tersebut. Sejauh ini, sudah banyak sekali anime original yang sangat terkenal dan sangat bagus, seperti Evangelion, Lycoris Recoil, Code Geass, dan lain-lain.
Selain itu juga, hal yang membuat anime original lebih seru ketimbang anime adaptasi adalah komunitasnya. Karena ini merupakan anime original, maka dikalangan komunitas fans tidak akan ada yang namanyna spoiler, malah komunitas anime tersebut akan dipenuhi dengan teori liar para fans yang sangat berfantasi. Dengan begitu, diskusi akan menjadi sangat seru bersama teman bincang.
Minus
Cencored
Sebenarnya tidak hanya anime h saja yang akan disensor atau hard ecchi macam highschool dxd dsb. Tapi anime sekelas Tokyo Ghoul, Dandadan, Re:Zero, pokoknya anime-anime sadis pasti akan disensor juga, atau anime yang ceritanya mengandung unsur politik dan menyindir suatu instansi politik, pasti akan disensor.
Yah kalau disensor seperti mengubah darah menjadi warna putih (sus), atau menggelapkan bagian tubuh yang terpotong etc, itu masih masuk diakal, tapi ada kalanya cencorship pada anime yang dapat mengubah konteks cerita atau bahkan malah mengubah cerita. Jika hal ini terjadi, tentu saja akan merusak pengalaman menonton anime, dan akan menjadi salahs satu ingatan yang sangat menyebalkan dimasa depan.
Kualitas gak konsisten
Ini rawan akan terjadi kepada studio-studio anime setelah pandemi covid-19. Kenapa? Karena mereka masih menyesuaikan diri dengan Old Normal.
Akibat dari pandemi, banyak sekali studio yang memangkas animator-animator mereka, dan animator yang di phk dari pekerjaannya beralih menjadi seorang freelance (pekerja bebas) yang siap di sewa kapan saja. Hal ini menyebabkan beberapa studio mesti merogoh kas mereka lebih banyak untuk membuat anime.
Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena dijepang sana, seorang freelancer dibayar lebih mahal ketimbang pekerja tetap. Bedanya, mereka hanya dapat tunjangan hidup sedangkan freelancer tidak. Karena hal ini, keinginan animator muda untuk bekerja sebagai pegawai tetap menipis dan lebih memilih menjadi freelancer yang akan dibayar jauh lebih mahal.
Tak hanya itu, karena hal tersebut banyak studio yang mengalami krisis pegawai, sehingga para pegawai tetap yang bekerja di studio anime tersebut akan di eksploitasi jam kerjanya hingga overworked. Karena hal tersebut, perilisan anime akan ditunda guna membuat kualitas animenya terus konsisten atau animenya akanterus lanjut dengan kualitas yang menurun drastis.
***
Kesimpulannya adalah, dua media tersebut tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Jika dalam kondis tertentu anime akan jauh lebih unggul daripada manga, lalu jika keadaannya diputar balik juga manga akan jauh lebih unggul ketimbang anime.
Tapi menurut aku, kalian bisa selalu mulai dari anime, karena dari anime banyak sekalo komunitas-komunitas kreatif, bukan berarti manga tidak ada, tapi sudah pasti puncak keberhasilan manga biasanya diukur ketika manga tersebut sudah mendapatkan adaptasi anime.
Jika kalian merasa kurang puas dengan anime, maka kalian bisa pindah dengan membaca manganya. Kalau kalian tidak puas dengan manganya, maka kalian bisa menonton animenya saja. Simpel kan? Gak usah dibawa ribet, oke sampai jumpa di artikel selanjutnya.
Posting Komentar untuk "Day 3 (Manga vs Anime, mana yang lebih bagus?)"
Posting Komentar