Day 28 (Review manga favorit)

Sebenarnya sekarang ini aku sedang tidak mengikuti industri manga, karena lagi jenuh aja gitu, sekarang malah lagi tertarik sama manhua kultivasi sampah, soalnya beberapa emang buat relaksasi aja ceritanya. Tapi, berhubung pas awal-awal aku menulis Challange ini, aku sempet menulis artikel Review Anime Favorit, dan anime tersebut adalah Frieren. Karena manga Vagabond sudah aku review, jadi aku akan review Berserk.

Absolute Brutal


Awal-awal pembaca sudah diberikan adegan seks di panel pertama manga ini, kurang brutal apa coba. Lalu, ternyata cewek yang sedang di tiduri oleh guts adalah monster, tapi karena karakter utama ini plot armornya kuat banget, dilibat cewek itu.

Ada juga momen dimana guts datang ke suatu desa yang ada elfnya, di desa itu kalau tidak salah ada adegan dimana keluarga besar memakan anak mereka sendiri secara rakus. Saking rakusnya, tubuh si kecil melayang-layang karena ditarik-tarik oleh keluarganya hingga putus.

Selain itu juga ada scene dimana ada orang yang rapist banget, dia memperkosa cewek ditempat, mau di dalam kamar kek, kebun kek, lapangan kek, ada cewek, gass brutal. Belum lagi ada momen dimana guts bersama dkk pergi ke suatu desa yang sedang dihantui oleh troll. Ada adegan dimana cewek yang dihamili oleh troll perutnya robek dari dalem, karena ada troll itu pengen keluar.

Belum lagi pas di arc-arc awal berserk, ada kejadian yang namanya Eclipse. Dimana main villain berserk, griffith, berubah menjadi iblis dan mengorbankan teman-teman seperjuangannya dimakan oleh iblis deengan bruta. Itu gambarnya detail banget, saking detailnya, proses transformasi griffith menjadi femto memakan satu chapter sendiri. Manga ini pokoknya brutal banget

Artistic dark Philosophy


Berserk adalah sebuah manga yang selalu membuat kita bertanya tentang eksistensi kita sebagai manusia di dunia yang gelap ini, dimana harapan adalah suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Setidaknya itu inti dari apa yang ingin dibilang Ardhianzy terhadap berserk (aku cuman mempersingkatnya)

Kalau Ardhianzy membahas seberapa gelap dan filosofisnya berserk, maka aku akan membahas dari sisi seninya. Seberapa detailnya penulisan karakter, detailnya gambar, dan makna simbolisme yang dihadirkan berserk meskipun hanya berupa manga.

Seperti yang kalian tahu, berserk itu update ketika chapternya sudah selesai saja. Jika chapter belum selesai dalam kurun waktu 1 tahun, maka 1 tahun tidak akan update. Se-ideologis itulah kentaro miura saat itu, bahkan editor dan pihak majalah entah kenapa membiarkan miura memasak selama itu.

Gambar yang dihadirkan oleh berserk sudah pasti jauh di atas rata-rata manga sekarang, tentu karena hal itu manga ini tidak bisa dijadikan standar manga bagus, karena kualitasnya sudah diatas standar. Kalian bisa merasakan sendiri bagaimana miura menggambar guts ketika ia marah, apa yang emosi yang ia gambar seakan keluar dan masuk kedalam diri kita sendiri, sehingga kita dapat merasakan apa yang guts rasakan.

Monster-monster besar yang menjadi arti ketakutan umat manusia, di tangan guts hanya sebuah beruang besar yang siap menyantapnya, ia hanya perlu pedang besar untuk menebas beruang itu untuk bertahan hidup, guts selalu takut, tapi dia punya alasan kuat untuk tidak menyerah, dan alasan itu juga ia pakai untuk tetap hidup hingga titik darah penghabisan.


***

Aku awalnya pengen lebih filosofis lagi, tapi apa daya aku kurang research content

Posting Komentar untuk "Day 28 (Review manga favorit)"