Day 27 (Mengapa Visual Novel begitu menarik)

Halo semua, kembali lagi di artikel terbaru. Pada artikel kali ini aku akan membahas Mengapa Visual Novel begitu menarik?

Lagi-lagi prompt unik yang diberikan chatGPT, pertanyaanya bagaimaan dia tahu kalau aku suka Visual Novel? Padahal dari semua history chat dan Memory dari gpt aku tidak pernah menyebutkan Visual Novel sama sekali, entahlah tapi aku suka pembahasan ini, untuk itu aku akan memberikan kalian pengetahuan mengapa Visual Novel itu menarik.

It's just perfect combination


Jika kalian menonton sebuah film adaptasi seperti dari komik atau novel, pasti ada saja teman kalian yang bilang "Enggak ah, novelnya lebih bagus ketimbang film." Hal ini bisa terjadi karena perbedaan dan keterbatasan informasi yang dapat diberikan dari dua media tersebut.

Aku akan bandingkan sebuah karya sastra yang berawal dari novel, lalu diadaptasi menjadi komik, kemudian diadaptasi lagi menjadi sebuah film live-action. Jika kita membaca novel dulu baru komiknya, ada kemungkinan beberapa informasi dalam novel yang tidak diadaptasi kedalam manga. Hal ini biasanya terjadi karena keterbatasan dari media komik untuk memvisualkan apa yang dideskripsikan pada novel.

Hal ini terjadi, karena perbedaan imajinasi manusia untuk membayangkan atau memvisualkan suatu informasi yang diberikan di novel, namun tidak dapat dicapai ketika divisualkan melalui komik.Tak hanya itu, jika kita ambil lagi dari komik diadaptasi menjadi film, pasti akan ada beberapa adegan yang diubah, atau bahkan dihilangkan.

Karena, komik pada dasarnya adalah sebuah gambar dua dimensi yang elemen utamanya adalah visual, maka sang komikus dapat menggambar panel komik dengan imajinasi dan elemen-elemen yang lebih imajinatif dan tidak realistis. Sedangkan film live-action memadukan character role-play, musik, visual, penempatan kamera, dan hal-hal lain yang jauh lebih kompleks dan lebih realistis ketimbang komik.

Hal ini juga menyebabkan distorsinya informasi, yang awalnya diberikan dalam novel lalu berubah seiring adaptasi komik dan film, akibat keterbasan kemampuan dua media tersebut, manusia jadi sulit untuk memvisualkan deskripsi dari novel.


Ketika masalah ini muncul, tiba-tiba salah satu media sastra modern yang sudah populer lebih dahulu di jepang muncul. Visual Novel, sebuah media sastra yang mempersempit masalah dalam mempresentasikan sebuah cerita yang dialami oleh novel, komik & film. Meskipun tidak sempurna, tapi apa yang diberikan oleh Visual novel dapat menutup kekurangan yang ada sebelumnya disebutkan.

Hadir dengan format seperti novel, namun dengan tambahan visual karakter statis dan kotak dialog dibawah layar seperti komik, dan beberapa visual tambahan ketika ada adegan tertentu. Cuman, sayangnya banyak sekali developer yang menggunakan media Visual Novel sebagai media pornografi. Banyak sekali Visual Novel yang dibuat sebagai game hentai ketimbang visual novel yang benar-benar dibuat sebagai bagian dari seni karya sastra.


***

Semoga 2025 Tsukihime dateng ke steam, atau gog juga gapapa biar drm free.

Posting Komentar untuk "Day 27 (Mengapa Visual Novel begitu menarik)"