Day 10 (Mengapa JRPG begitu dicintai?)

Hari ini, aku ingin membahas Mengapa JRPG begitu dicintai?

Artikel ini ditulis berdasarkana perspektif pribadi dan sedikit tambahan opini orang di internet, karena berhubung judul game JRPG-ku yang masih terbilang sedikit (cuman ada 5 cuy itupun belum selesai semua) jadi pengalaman bermainku masih terbatas, cuman pengetahuanku tentang franchise, sejarah jrpg aku bisa bilang lumayan (untuk anak baru).

"Anime" Ahh style


Menurut pendapatku pribadi, dan dengan menonton lumayan banyak walkthrough game jrpg, aku bisa menarik kesimpulan kalau vibe yang genre ini bawa mirip banget kayak nonton anime.

Meskipun ada beberapa game jrpg yang gak pake visual anime seperti final fantasy contohnya, tapi tetep aja bagaimana pembawaan karakter, penulisan tokoh, penulisan plot, mirip banget gitu sama anime. Bahkan jokes-jokes cringe animepun juga ada.

Sehingga menurut asumsiku beberapa player yang suka dengan jrpg, pasti mendapatkan euphoria yang sama dengan ketika mereka menonton anime.

Gameplay puanjang banget

Ini yang aku rasakan ketika bermain jrpg dan juga salah satu alasan kenapa aku gak selesai sampe tamat main genre ini, karena gameplaynya yang panjang. Apalagi kebanyakan jrpg genrenya turn-base yang notabene gameplaynya adalah strategi, selain itu game ini juga punya harga yang tinggi banget.

Jika aku merujuk steam sebagai tempat pembelian game, maka dikisaran game jrpg dibandrol dengan harga kisaran 500k lebih, soalnya kebanyakan jrpg itu buatan studio triple-a kayak Square Enix, Atlus, RGG, Sega. Bahkan game jadul square enix kayak final fantasy pixel remaster masih dibandrol 200k per-game. Kalah sama Half-Life yang cuman 90k doang. *ekhem*

Balik ke topik, karena alasan inilah mungkin developer jrpg ngebuat gamenya panjang banget, karena uang yang dikeluarkan player sebanding dengan kualitas game juga konten yang didapatkan. Sebagai contoh, aku memainkan Persona 5 Royal. Aku membeli game ini kalau tidak salah ketika persona 3 reload keluar dan p5r diskon, aku pernah buatkan artikel first impressionnya.

Aku sempat uninstall karena palace setelah kamoshida (lupa siapa) lumayan panjang, tapi bulan oktober kemarin, aku memulai kembali game ini, dan sekarang sampai palace shido, waktu gameplayku sudah sekitar 130 jam atau bahkan lebih.


ini belum selesai, belum New Game+ seperti sekiro dan ds3, masih main story dan masih belum punya PACAR sama sekali, tapi playtimenya udah 130 jam lebih. Luar biasa. Katanya memang p5r adalah game dengan playtime terpanjang dari seluruh franchise, mendengar ini aku merasa salah beli game, harusnya p4g dulu.

Nostalgic Vibe


Ini hanya asumsi pribadi dari melihat beberapa pendapat orang melalui internet, karena genre turn-base jrpg termasuk genre yang kuno sudah ada dari dulu, maka mungkin banyak banget para sesepuh gamer yang merasa nostalgia ketika bermain jrpg ini. Ditambah lagi, kebanyak judul jrpg sekarang itu remake dari game-game lama.

Pada masa primenya, banyak sekali judul-judul berkualitas yang dihasilkan genre ini, seperti Final Fantasy salah satunya, Suikoden (emang turn-base), shin megami tensei, persona, kingdom hearts, dan mungkin banyak banget game-game jrpg yang gak aku tahu dari bang windah aku sebutin.

Dan juga, dari semua pendapat yang aku baca melalui internet, juga beberapa argumen yang aku tonton lewat youtube, semuanya pada setuju kalau musik pada game jrpg itu semua ikonik. Aku masih belum mengerti kenapa, tapi ketika aku dengar langsung, musik jrpg jadul itu kayak orkestra 8 bit sama ada campuran musik elektro-elektro, aku kurang suka, tapi karena aku lahir di zaman yang beda, mungkin pendapat aku tidak valid untuk para gamer lama.

Everything is complex

Untuk bab ini aku sangat setuju, hampir semua cerita jrpg itu kompleks, contohnya Kingdom Hearts (aku ambil contoh terburuk).


Aku gak ngerti sama sekali, dan gak mau ngerti sama sekali sama franchise ini. Karena aku sendiri juga sudah mengikuti salah satu franchise yang ceritanya ribet dan kompleks juga seperti kingdom hearts, yaitu fate franchise (aku memang gak bisa ngebandingin seri ini sama kh, aku gak akan bandigin lagi kedepannya)

Hal ini bisa terjadi karena gamenya laku, jadi developer memeras kh sampe benih-benihnya. Bahkan sampe ada timeline lain (familiar) mungkin ini merupakan sifat serakah orang jepang yang terus memerah suatu ip.


***

Potret player yang diperas


Posting Komentar untuk "Day 10 (Mengapa JRPG begitu dicintai?)"