30 Days Writing Challange Day 1(Kenapa aku memulai 30 days writing challange)

Sudah beberapa bulan aku enggak nulis di blog ini, jadi aku mulai nulis dikit-dikit lagi untuk meningkatkan skill menulis agar berguna ketika mengerjakan tugas P5 dan Project Akhir. Untuk mentrigger niat agar konsisten menulis, aku mengikuti challange 30 Days Writing Challange.

Dari namanya udah keliatan bagaimana challange ini kedepannya, jadi aku menggunakan chatGPT untuk prompt 30 konten yang akan aku tulis untuk 30 hari kedepan, dan tema hari ini adalah Kenapa aku memulai 30 Days Writing Challange?

Ada beberapa alasan:

1. Jenuh

Akhir-akhir ini entah kenapa aku lebih sering ngelamun natap reels instagram yang sudah diulang berkali-kali, kadang juga ada momen cuman pengen bengong aja menatap langit-langit rumah sampe buta sementara karena ngeliat lampu.

Aku merasa kurang produktif aja beberapa bulan terakhir, gak ada niat untuk belajar bikin game, gak ada niat juga untuk mabar sama temen, burnout dari segala macam minat. Bahkan nonton animepun aku udah gak terlalu menikmati.

Baca buku juga bawaannya paksaan, meskipun kalo udah beberapa halaman baca akan ada dua kemungkinan, bosen terus tidur atau seru dan lanjut baca sampe ngantuk. Semua hal yang aku lakuin ujung-ujungnya cuman satu, tidur. Dulu gak kayaka gini perasaan.

Untuk itu aku ingin mencari suasana baru dan mencoba memulai hal baru juga, menulis di blog mungkin bukan hal baru, tapi hal apa yang aku tulis, konten yang aku sajikan melalui tulisan akan berbeda, dan mungkin akan membawa perasaan dan rasa baru buat diri sendiri.

Dan juga, aku terinspirasi sama salah satu youtuber juga yaitu Kevin Anggara, ia juga buat sebuah blog dan mengikuti 30 Days Writing Challange ini, bukan terinspirasi lagi sih, aku mengikuti apa yang dilakukan oleh Kevin Anggara.

Kayaknya aku perlu perbanyak foto selfi
Kayaknya aku perlu perbanyak foto diri sendiri

2. Pengen lepas dari PMO

Ini mungkin sebuah masalah yang dimiliki oleh banyak laki-laki diluar sana, yaitu PMO. Kalian yang gak tahu pmo bisa search sendiri apa itu pmo dan apa bahaya pmo bagi diri sendiri.

Aku kecanduan pmo udah dari lama sebenarnya, gak akan aku sebutkan kapan yang pasti sudah lama. Dan sekarang atau akhir-akhir ini, ketika aku sudah melakukan hal menjijikan ini, dihati ada rasa bersalah yang luar biasa.

Aku ngerasa jijik sama diri sendiri, merasa kalau gara-gara ini aku ketinggalan banyak hal. Ketika aku ngelihata status whatsapp temen, mereka semua pada bahagia dengan hobi masing-masing, ada yang naik ke puncak, modif motor, main game, nonton anime, cosplay, masak-masak, nongkrong sama pacar, nongkrong sama temen.

Ngelihat mereka yang bahagia dengan masa muda mereka, sedangkan aku disini, dirumah sembari liat orang zinah dikasur, hal ini terus terjadi berulang-ulang kali. Capek sumpah, udah cukup aku mau berubah meskipun itu bakal lama, yang penting, aku mau lepas dari pmo ini.

3. Aku pengen hebat juga

Aku ngeliat orang umur 17 tahun di sosmed, mereka ada yang udah jadi atlit, ada yang udah jadi programmer, ada yang udah jadi apa yang mereka inginkan. Mereka udah selangkah lebih maju dari cita-cita mereka, mereka udah hebat, sedangkan aku? Cuman pecundang yang suka PMO juga.

Aku juga pengen hebat, tapi ada dinding pembatas yanga susah banget buat dipanjat. Dinding ini pasti selalu ditempelin lumut licin yang ngebuat aku kehilangan pijakan lalu jatuh lagi ke lubang yang sama. Aku gak mau, aku mau berubah, aku juga mau jadi hebat kayak mereka, aku juga mau bahagia.

***

Itu dia tiga alasana kenapa aku mengikuti 30 Days Writing Challange. Alasannya memang terlalu personal, tapi ey, blog itukan catetan pribadi online, ya semua isinya personallah, lagian kayak ada yang baca aja, hehe.

Posting Komentar untuk "30 Days Writing Challange Day 1(Kenapa aku memulai 30 days writing challange)"