Review Dark Souls 3
Dark Souls 3, sebuah game yang aku jadikan pelarian dari Elden Ring karena laptop gak kuat main. Ya, bener, jadi ceritanya di 2022, ketika God Of War Ragnarok sedang hype karena baru rilis, tiba-tiba diberanda ada youtuber luar yang membandingkan Ragnarok dengan Elden Ring. Siapakah yang akan menang GOTY?
Sebagai seorang gamer, aku merasa ketinggalan informasi, gak lama setelah aku selesai nonton video itu, ada feed video eno bening yang nge-review game ini.
Aku memang merasa review beliau itu sedikit dilebih-lebihkan, tapi tetap sepertinya menyenangkan untuk dimainkan, dilihat dari cuplikan gameplay elden ring yang kayaknya seru.
Tapi setelah aku lihat, ternyata laptop gak kuat dan ternyata Elden Ring ini merupakan game yang satu studio dengan Dark Souls, yaitu Fromsoftware. Aku lihat gameplay Dark Souls dan aku merasa ada kemiripan antara dua game ini, akhirnya aku mencoba dark souls remastered. Singkat cerita aku suka.
Akhirnya disekitar summer 2023 kebeli juga Dark Souls 3 tapi, pada saat itu aku sudah main sekiro duluan, jadi aku punya ekspektasi kepada dark souls yang gameplaynya se-fastphase dan se-brutal sekiro, tapi ternyata enggak.
Gameplaynya lebih slow dari yang aku bayangkan, alhasil aku gak mainin game ini sepanjang tahun 2023. Sampai pada akhirnya di akhir 2023, elden ring ngumumin DLC Shadow Of The Erd Tree, yang ngebuat aku kembali tertarik dengan game ini. Dan akhirnya aku mulai start lagi DS3 di sekitar pertengahan 2024, dan akhirnya aku menamatkan game ini.
Karena aku ingin mencoba mereview game ini dengan benar dan se-subjektif mungkin, aku mesti memberikan point-point penilaian plus & minus:
Plus:
1. Grafiknya bagus
Harus aku akui, grafik DS3 itu bagus, tapi gak pake banget. Cuman entah kenapa meskipun sedikit tampil burik dan ngeblur karena aku pakai settingan low, entah kenapa kesan badass dan coolnya masih kerasa. Mulai dari detail bangunan yang rumit, desain boss yang serem terus detail juga, armor-armor yang badass banget, senjata-senjata yang keren dan jurus senjatanya yang keren, sama yang paling aku suka efek spell castingnya yang rame banget (bikin ngelag).
2. Bossnya memorable
Hampir semua boss di game ini itu memorable, mulai dari Vord of the Boreal Valley, Dancer of the boreal Valley (kalo gak salah), Nameless king, Dragon Slayer Armour (Paling cepet dikalahin), Abyss Watcher, Prince Lorian, Soul Of Cinder. Lumayan banyak, dan aku kaget aku bisa nyebut sebanyak itu, hampir semua bisa aku sebutin. Kenapa aku milih boss-boss yang diatas? Karena mati berkali-kali dan lama banget buat kalahin mereka (kecuali Dragon Slayer Armour). Gak cuman itu, desain pattern bossnya juga keren banget, setiap tebasan dari boss-boss ini ditambah dodge player, itu entah kenapa terasa sinematiknya.
Minus:
1. Bossnya dikit
Entah kenapa aku merasa kalau boss yang dihadirkan di DS3 itu lebih sedikit ketimbang DS1 dan sekiro. Aku tahu sedari awal kalau soul of cinder itu boss terakhir, tapi pas lawan dia aku merasa udah bossnya segitu doang? Ada sedikit perasaan kecewa, tapi aku merasa kalau dlc akan membantu, tapi ternyata enggak juga. Ashes of ariandel cuman menghadirkan 2 boss, Sister Friede dan Graventender, itupun aku paling lama di sister friede sekitar 1 bulan. Aku belum nyoba ringed city, karena gak ada waktu. Cuman aku gak terlalu ekspektasi banyak setelah main ashes of ariandel.
2. Worldnya gak spesial
Ketika aku main DS1, aku merasa dunianya itu sangat spesial. Kenapa? Karena setiap tempat terkoneksi satu sama lain, dan ujung-ujungnya akan datang menuju firelink shrine. Sekiro? Sama, mungkin karena di sekiro itu lebih ke vibenya ya yang berbeda, tapi di sekiro bossnya ada banyak, dan juga gameplay sekiro yang lebih fast phase, apalagi mekanik parrynya yang nyaman banget didenger. Dark Souls 3? Bossnya kurang, ada satu boss yang bisa dikalahin satu kali run, setiap tempat gak terhubung dan linear aja, gak ada yang spesial. Palingan grafiknya aja yang bagus.
***
Itulah dia review DS3, lagi-lagi cuman bisa ngeluarin 2 point doang. Padahal dalam pikiranku aku bisa ngeluarin lebih dari 2, tapi pas ditulis ternyata cuman 2 doang. Gapapa, yang penting sekarang gimana caranya aku bisa beli ps4 buat main Bloodborne, orang bilang BB ini fast phase, aku punya ekspektasi se-fast phase sekiro meskipun gak ada mekanisme parry, aku bakalan nabung.
Posting Komentar untuk "Review Dark Souls 3"
Posting Komentar