The Boy and The Heron (Review Film)

The Boy and The Heron ("Kimi-tachi wa dō ikiru ka?:" How do you live?), film terbaru karya Maestro Hayao Miyazaki. Film ini menceritakan seorang anak bernama Mahito yang pergi ke lingkungan baru semenjak ibunya meninggal. Ditambah dengan ayahnya yang menikah lagi, mengharuskan Mahito untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan akrab dengan ibu barunya.

Tanggapan pertama saya tentang film ini adalah "Wah, masih ghibli banget." Jika saya bisa memberikan tanggapan lain tentang film ini, mungkin vibe-nya "Spirited Away" banget, entah kenapa. Gimana ya, Miyazaki sendiri sudah tidak membuat film selama 10 tahun tapi kualitas animasinya masih tetap bagus , musiknya bagus, visualnya bagus, ceritanya juga rada-rada tapi masih dalam masuk ke ranah bagus, cerita fantasi ala ghibli lah, kalau pembaca sendiri sudah nonton film-film ghibli sebelumnya pasti mengerti.



Saya merasa banyak sekali referensi dari film-film Miyazaki sebelumnya di The Boy and The Heron. Saya juga merasa kalau film ini sebenarnya menceritakan tentang masa kecil Hayao Miyazaki yang dituangkan kedalam cerita fiksi remaja & fantasi yang lumayan ringan tapi enggak juga. Ceritanya bisa relate bagi orang-orang jepang yang hidup dimasa perang. Cuman, terkadang pacing ceritanya lambat dan bertele-tele, sama seperti film-film ghibli sebelumnya. Ditambah akting voice actor yang dibeberapa scene terlalu dipaksakan.

Selama menonton film dengan durasi yang kurang lebih 3 jam kurang, kadang merasa ngantuk dan ceritanya sedikit tidak jelas mau dibawa kemana, banyak orang yang bilang bahwa The Boy and The Heron merupakan sebuah Karya Seni dari Hayao Miyazaki, mungkin saya termasuk orang yang tidak mengerti seni, makannya tidak mengerti dengan ceritanya.

Penulisan lagu soundtrack sama Joe Hisashi juga bagus banget, semua moment dramatis ditambah dengan melodi piano ala Joe Hisashi, perfek. Bahkan Hisashi ngebuat Musisi asal jepang Kenshi Yonezu bernyanyi dalam melodi yang rendah. Padahal Yonezu itu terkenal dengan lagu-lagunya yang pop-rock, salah satunya Kick Back, lagu opening Chainsaw Man.

Kesimpulannya ini film yang bagus bagi kalian penggemar film ghibli, tapi bagi kalian yang bukan penggemar ataupun pendatang baru, mungkin akan merasa film ini lumayan bikin ngantuk, karena pacingnya yang kadang lambat dan bertele-tele. Intinya bagus buat Miyazaki yang comeback setelah 10 tahun. (8/10)

Saya sendiri ada rencana nonton 3x seperti suzume. Kalo pengen tahu lebih bisa follow ig:@azzam.putra.raihan

Posting Komentar untuk "The Boy and The Heron (Review Film)"